/script> Pergaulan | Islamic's Teens

Labels

This is default featured slide 1 title

Money is nothing at now. Iman (ALLAH) is everything for us. Just say thank you Allah and pray for him! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 2 title

Identify yourself and explore your talent. Everyone has a lot of latent talent! God is always with you! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 3 title

Social regardless of religion, ethnicity, race, and achievement .. What matters is how we live it .. (Yusron Eka Sunarsono)s.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Pergaulan. Show all posts
Showing posts with label Pergaulan. Show all posts

Sunday, February 24, 2013

6 Cara Efektif Refreshing


SUMBER: http://bundadontworry.wordpress.com/2010/04/25/6-cara-efektif-refreshing/

Awet muda tak hanya dapat diraih dari usaha jasmaniah saja seperti rajin merawat kulit, diet sehat, atau olah raga.
Namun, lebih dari itu semua adalah tentang bagaimana kesehatan mental Anda.
Masalah, stres, sakit hati merupakan hal-hal yang dapat membuat mental seseorang menjadi sakit.
Oleh sebab itu, setiap orang, perlu yang namanyaliburan mental. Langsung saja...

Sunday, February 17, 2013

Tips Menghadapi Ujian Nasional 2013


SUMBER: http://lppsmartstudents.blogspot.com/2012/11/tips-menghadapi-ujian-nasional-2013.html

Ibarat menghadapi sebuah pertempuran, seorang prajurit hebat akan melakukan latihan keras dengan penuh kedisiplinan agar dapat menang di medan pertempuran. Begitu juga seorang siswa yang cerdas, ia akan berusaha menghadapi Ujian Nasional dengan sebaik-baiknya mulai dari sekarang karena ia pun paham bahwa seorang prajurit hebat bukanlah karena hebat sejak lahir, tetapi karena telah melakukan banyak latihan dengan penuh kedisiplinan. Bagi seorang prajurit hebat, lebih baik ia lelah dan mengeluarkan banyak keringat ketika latihan dari pada mengeluarkan banyak darah ketika berada di medan pertempuran. Lalu bagaimana dengan siswa yang cerdas dalam menghadapi UN 2013? :)

Saturday, February 2, 2013

Jangan Galau, Allah Bersama Kita

iniunic.blogspot.com 

SUMBER: http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/04/18/18704/jangan-galau-allah-bersama-kita-inilah-4-ayat-anti/

Oleh: Zakariya Hidayatullah
Mahasiswa STID Muhammad Natsir
Zaman sekarang berbagai masalah makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal pergi oleh sang kekasih, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana.
“Galau!!” merupakan sebuah kata-kata yang

Friday, February 1, 2013

Manusia dan Cinta Kasih


SUMBER: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/03/1/461916/manusia-dan-cinta-kasih.html

damaisubimawanto.wordpress.com
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarikb hatinya. Sedangkan rasa kasih yaitu perasaansayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kasa kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta dan kasih memilik arti hampir sama, tetapi memiliki perbedaan juga antar keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain dengan cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. Menurut Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta

Wednesday, January 30, 2013

Cara Bergaul Yang Baik Dengan Teman


SUMBER: http://arifbachtiar.blogspot.com/2012/06/cara-bergaul-yang-baik-dengan-teman.html

Pada postingan saya kali ini saya akan membahas bagaimana cara bergaul dengan teman sebaya, dengan teknik komunikasi yang baik tentunya.tapi sebelum masuk ke pembahasan materi,sebelumnya saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu,saya adalah seorang yang sangat pemalu dan melankolis.tapi tunggu dulu,saya malu kalau saya nggak ngobrol dengan teman seharian,saya ingin dekat dengan teman saya setiap hari,bahkan kalau teman saya sedang di luar kota pasti saya menyempatkan untuk mengirim pesan pendek sekedar untuk menyapa.
Perlu ketahui bahwa punya teman banyak sangat

Tuesday, January 29, 2013

Sinetron Remaja, Generasi Yang Nggak Punya Harga Diri


SUMBER: http://islampos.com/sinetron-remaja-generasi-yang-nggak-punya-harga-diri-7035/

islampos.com—TUJUH taon belakangan ini, terutama sejak taon 2005, sinetron remaja emang makin membludak di layar televisi. Nggak sekadar tayang begitu aja, karena manbayangin!, sinetron-sinteron itu ditayangin pada jam prime time(antara pukul 18.30 sampe 21.00). Hmm, tau sendirikan, nggak sembarang acara bisa nongol di televisi pada jam-jam segitu. Maklum, acara di jam prime time jelas-jelas mendapat perhatian dan rating tinggi. Iklannya bejibun, dan ditonton oleh banyak orang. Dan, nggak cuma di satu televisi doang. Semua televisi (swasta) berlomba-lomba mengusung sinetron remaja silih berganti dan nggak jarang berentetan sekaligus
Kalo mau dhitung jumlahnya, dalam sehari kita bisa melototin semua sinetron itu lebih dari 25 biji! Dalam sehari! Uhuks! Catet guys!, itu cuma sinetron tentang remaja doang belom ditambah dengan sinetron-sinetron lainnya kayak sinetron ibu-ibu, sinetron silat, en sinetron anak-anak. Hitungannya, itu aja kalo di setiap stasiun televisi ada dua sinetron remaja setiap harinya. Padahal di beberapa stasiun televisi jumlahnya bisa mencapai 3 atawa 4. Dalam seminggu sinetron remaja bisa nongol 80 buah! (biasanya pas hari Ahad nggak begitu banyak, paling cuma 1 dan itupun hanya di beberapa stasiun teve aja).
Mustinya, kita seneng dong dengan banyaknya  tayangan yang mengetengahkan kehidupan tentang kita sebagai pelajar dan remaja? Hmm, itu dia, tunggu dulu! Ada yang ganjil dan ngaco tentang sinetron-sinetron remaja itu.
Sobat, film (atawa sinetron) sebagai seni adalah salah satu bentuk potret dari kebudayaan atawa realitas yang ada. Tapi apa bener begitu? Di sinetron-sinetron tersebut, yang ada malah kontradiktif kayaknya. Gimana nggak? Kalo Ente pernah (atau bahkan freaky) sinetron-sinetron itu, bener-bener sangat jauh dari kenyataan yang kita jalani sehari-hari. Bayangin aja, misalnya anak sekolah. Tau sendiri kan gimana dandanan anak sekolah di sinetron. Rambut pake style terbaru—nggak jarang dicat en di-punk segala (harajuku!), seragam udah nggak karu-karuan. Baju udah nggak pernah deh dimasupin, rok perempuannya mini banget. Aksesorisnya hmmm, bayangin aja kalung anjing aja bisa ada di leher para pemerannya. Anting di kuping? Tindik?  Hahh, itu sih udah lazim banget! Brur, apa udah sebegitu parahnya dandanan kita-kita ini? Kayaknya nggak deh! Seburuk-buruknya para pelajar di Jakarta sekalipun, belom ada kayaknya yang kayak gitu.
Miris en jengkel aja bawaannya. Kayaknya tuh sinetron pengen banget nunjukkin kalo kita tuh pelajar zaman kiwari songong-songong en nggak punya etika. Sesuatu yang sesungguhnya jauh panggang dari api! Alias boong besar!
Seperti tadi dibilangin, emang di sinetron-sinetron itu nggak ada faedah-faedahnya, emang bener! Apa yang mau diliat coba? Dari segi cerita, ancur abis. Sangat nggak masup akal! Coba aja liat skenarionya. Ada seorang pemuda yang sakti mandraguna banget, bisa  mengubah-ngubah wajahnya menjadi kayak apa aja yang dimau hingga banyak digila-gilai cewek. Modalnya cuma sebuah cincin doang. Ada juga ikan yang sakti yang bisa nolongin si jagoan utama. Ada juga anak miskin yang jadi kaya karena bantuan dari dunia ghaib. Walah-walah, bisa bikin hati pegel!
Pada dasarnya hanya ada tiga yang menjadi tema besar tuh sinetron-sinetron cupu. Pertama yang pasti dan jadi menu andalan, tentang seks. Seks bebas yang kecil-kecilan maupun dalam porsi yang besar. Ini kayaknya menjadi agenda utama dan musti ada di semua sinetron. Dengan alasan modern en anak gaul, karakter-karakter yang ada di sinetron itu enteng aja membawa permasalahannya ke permukaan. Heran dah, anak sekolah kok kerjaannya musti ajaaaa mikirin tentang cowok atau cewek pacarnya. Kayak nggak ada persoalan laen yang lebih bergizi gitu! Emang di seusia kita, ketertarikan lawan jenis lagi ngejedar-ngejedarnya, tapi kok ya masak sih hidup kita ini cuma dipake buat mikirin cinta yang jahil abis begitu?
Menu yang kedua, kriminal. Ampir nggak ada di sinetron-sinetron ini yang nggak berbau kejahatan. Ada tokoh yang jahatnya minta ampun, ibu tiri yang kejam, saudara kandung yang penuh dengki, dan lain sebagainya yang semuanya ngegambarin dunia ini is so severe! Yang bikin ngeri, semuanya itu diberi solusi instan yang efeknya bener-bener nggak manusiawi: dihabisin atawa dibunuh! Hahhh!!!
BRUR, nggak usah heran kalo sebenernya fenomena sinetron remaja sekarang ini cenderung berorientasi ke arah popularitas dan materi semata. Akbibatnya, hasil pesan yang disampein tuh filmnya jadinya jelas-jelas nggak kreatif. Artinya, hampir nggak ada pesan sosial yang berarti. Sebaliknya hanya sekadar menampilkan kehidupan remaja terutama di kota-kota besar, di mana pesan yang ingin disampein kepada penonton cenderung hanya bersifat menghibur en memancing emosi remaja yang imitasi, yang palsu.
Guys, kenapa semua ini terjadi? Minimal ada empat  unsur yang mempengaruhi fenomena di atas. Pertama, dari sisi pelaku. Baik artis, sutradara, maupun para pelaku sinetron punya fikroh(paham) Barat berupa kebebasan berekspresi yang bersumber dari demokrasi. Mereka beranggapan, kalo nggak ngerugiin orang lain dan nggak melanggar HAM, apa urusannya? Mereka juga beranggapan, semua yang mereka lakukan itu adalah seni.
Alasan kedua adalah bisnis (faktor ekonomi). Mereka melakukan semua itu demi uang, tanpa peduli apakah yang dilakukannya itu mau halal atau haram kek, apakah berakibat buruk atau baik bagi masyarakat, what the heck! Ini sebenernya sebanding dengan hukum ekonomi itu sendiri. Pernah nggak sih kepikiran, kenapa sinetron-sinetron itu malah menjamu dan makin banyak? Itu karena ada yang beli. Ada yang nonton. Lantas, siapa yang nonton, siapa kalo bukan remaja-remaja seumuran kita—dan jangan-jangan bisa jadi kita juga malah ikutan nonton.
Alasan ketiga, karena kitanya diam. Kita sebagai masyarakat nggak bereaksi apapun terhadap sinetron-sinetron yang nggak punya harga diri itu. Kita hafal bagnet kalo para penggagas ide kebebasan berekspresi dan berperilaku itu biasanya berlindung di balik jargon demokrasi. Ketika mereka menyuguhkan pornografi atau pornoaksi, mereka cukup berkata, “Biarlah masyarakat yang menilai, karena masyarakat sekarang sudah dewasa.” Nah, celakanya, meski sebagian besar masyarakat (en kita juga) nggak setuju terhadap fenomena di atas, malah cenderung diam aja. Nggak protas-protes, lewat sekadar telefon ke televisi yang bersangkutan ataupun nulis surat pembaca di media massa gitu. Kalo sering digituin, percaya dah, tuh orang-orang lama-lama bakalan jadi keder juga.
Jangankan melakukan aksi menentang keberadaan fenomena di atas, sekadar berkomentar dengan nada sinis saja nggak bisa. Sikap diam kita ini  bisa dijadikan pembenaran oleh penggagas ide sesat di atas sebagai ’tanda setuju’ terhadap apa yang mereka lakukan, karena nggak ada protes apalagi pemboikotan.
Dan alasan yang terakhir neh, dukungan pemerintah. Pemerintah, secara sadar ataupun nggak, justru menjadi pendorong utama bagi tumbuh-suburnya “penyimpangan” sinetron di atas. Gimana nggak? Pemerintah udah mengadopsi demokrasi dan HAM sebagai mainstream (arus utama) dalam menata negeri ini. Sebagaimana kita ketahui, yang menjadi alasan utama para penggagas dan pelaku penyimpangan sosial di atas adalah demokrasi dan HAM. Dari sinilah kita bisa mengerti mengapa pemerintah nggak bisa melarang bahkan menghapus praktik-praktik sesat di atas.
Bos, sekarang neh, semuanya mulai berada di tangan kita.  Akankah kita jadi penikmat sejati sinetron amburadul di televisi yang nggak punya harga diri sama sekali nyatain perang sama sinetron Indonesia yang nggak punya gizi? [islampos]islampos.com—TUJUH taon belakangan ini, terutama sejak taon 2005, sinetron remaja emang makin membludak di layar televisi. Nggak sekadar tayang begitu aja, karena manbayangin!, sinetron-sinteron itu ditayangin pada jam prime time(antara pukul 18.30 sampe 21.00). Hmm, tau sendirikan, nggak sembarang acara bisa nongol di televisi pada jam-jam segitu. Maklum, acara di jam prime time jelas-jelas mendapat perhatian dan rating tinggi. Iklannya bejibun, dan ditonton oleh banyak orang. Dan, nggak cuma di satu televisi doang. Semua televisi (swasta) berlomba-lomba mengusung sinetron remaja silih berganti dan nggak jarang berentetan sekaligus
Kalo mau dhitung jumlahnya, dalam sehari kita bisa melototin semua sinetron itu lebih dari 25 biji! Dalam sehari! Uhuks! Catet guys!, itu cuma sinetron tentang remaja doang belom ditambah dengan sinetron-sinetron lainnya kayak sinetron ibu-ibu, sinetron silat, en sinetron anak-anak. Hitungannya, itu aja kalo di setiap stasiun televisi ada dua sinetron remaja setiap harinya. Padahal di beberapa stasiun televisi jumlahnya bisa mencapai 3 atawa 4. Dalam seminggu sinetron remaja bisa nongol 80 buah! (biasanya pas hari Ahad nggak begitu banyak, paling cuma 1 dan itupun hanya di beberapa stasiun teve aja).
Mustinya, kita seneng dong dengan banyaknya  tayangan yang mengetengahkan kehidupan tentang kita sebagai pelajar dan remaja? Hmm, itu dia, tunggu dulu! Ada yang ganjil dan ngaco tentang sinetron-sinetron remaja itu.
Sobat, film (atawa sinetron) sebagai seni adalah salah satu bentuk potret dari kebudayaan atawa realitas yang ada. Tapi apa bener begitu? Di sinetron-sinetron tersebut, yang ada malah kontradiktif kayaknya. Gimana nggak? Kalo Ente pernah (atau bahkan freaky) sinetron-sinetron itu, bener-bener sangat jauh dari kenyataan yang kita jalani sehari-hari. Bayangin aja, misalnya anak sekolah. Tau sendiri kan gimana dandanan anak sekolah di sinetron. Rambut pake style terbaru—nggak jarang dicat en di-punk segala (harajuku!), seragam udah nggak karu-karuan. Baju udah nggak pernah deh dimasupin, rok perempuannya mini banget. Aksesorisnya hmmm, bayangin aja kalung anjing aja bisa ada di leher para pemerannya. Anting di kuping? Tindik?  Hahh, itu sih udah lazim banget! Brur, apa udah sebegitu parahnya dandanan kita-kita ini? Kayaknya nggak deh! Seburuk-buruknya para pelajar di Jakarta sekalipun, belom ada kayaknya yang kayak gitu.
Miris en jengkel aja bawaannya. Kayaknya tuh sinetron pengen banget nunjukkin kalo kita tuh pelajar zaman kiwari songong-songong en nggak punya etika. Sesuatu yang sesungguhnya jauh panggang dari api! Alias boong besar!
Seperti tadi dibilangin, emang di sinetron-sinetron itu nggak ada faedah-faedahnya, emang bener! Apa yang mau diliat coba? Dari segi cerita, ancur abis. Sangat nggak masup akal! Coba aja liat skenarionya. Ada seorang pemuda yang sakti mandraguna banget, bisa  mengubah-ngubah wajahnya menjadi kayak apa aja yang dimau hingga banyak digila-gilai cewek. Modalnya cuma sebuah cincin doang. Ada juga ikan yang sakti yang bisa nolongin si jagoan utama. Ada juga anak miskin yang jadi kaya karena bantuan dari dunia ghaib. Walah-walah, bisa bikin hati pegel!
Pada dasarnya hanya ada tiga yang menjadi tema besar tuh sinetron-sinetron cupu. Pertama yang pasti dan jadi menu andalan, tentang seks. Seks bebas yang kecil-kecilan maupun dalam porsi yang besar. Ini kayaknya menjadi agenda utama dan musti ada di semua sinetron. Dengan alasan modern en anak gaul, karakter-karakter yang ada di sinetron itu enteng aja membawa permasalahannya ke permukaan. Heran dah, anak sekolah kok kerjaannya musti ajaaaa mikirin tentang cowok atau cewek pacarnya. Kayak nggak ada persoalan laen yang lebih bergizi gitu! Emang di seusia kita, ketertarikan lawan jenis lagi ngejedar-ngejedarnya, tapi kok ya masak sih hidup kita ini cuma dipake buat mikirin cinta yang jahil abis begitu?
Menu yang kedua, kriminal. Ampir nggak ada di sinetron-sinetron ini yang nggak berbau kejahatan. Ada tokoh yang jahatnya minta ampun, ibu tiri yang kejam, saudara kandung yang penuh dengki, dan lain sebagainya yang semuanya ngegambarin dunia ini is so severe! Yang bikin ngeri, semuanya itu diberi solusi instan yang efeknya bener-bener nggak manusiawi: dihabisin atawa dibunuh! Hahhh!!!
BRUR, nggak usah heran kalo sebenernya fenomena sinetron remaja sekarang ini cenderung berorientasi ke arah popularitas dan materi semata. Akbibatnya, hasil pesan yang disampein tuh filmnya jadinya jelas-jelas nggak kreatif. Artinya, hampir nggak ada pesan sosial yang berarti. Sebaliknya hanya sekadar menampilkan kehidupan remaja terutama di kota-kota besar, di mana pesan yang ingin disampein kepada penonton cenderung hanya bersifat menghibur en memancing emosi remaja yang imitasi, yang palsu.
Guys, kenapa semua ini terjadi? Minimal ada empat  unsur yang mempengaruhi fenomena di atas. Pertama, dari sisi pelaku. Baik artis, sutradara, maupun para pelaku sinetron punya fikroh(paham) Barat berupa kebebasan berekspresi yang bersumber dari demokrasi. Mereka beranggapan, kalo nggak ngerugiin orang lain dan nggak melanggar HAM, apa urusannya? Mereka juga beranggapan, semua yang mereka lakukan itu adalah seni.
Alasan kedua adalah bisnis (faktor ekonomi). Mereka melakukan semua itu demi uang, tanpa peduli apakah yang dilakukannya itu mau halal atau haram kek, apakah berakibat buruk atau baik bagi masyarakat, what the heck! Ini sebenernya sebanding dengan hukum ekonomi itu sendiri. Pernah nggak sih kepikiran, kenapa sinetron-sinetron itu malah menjamu dan makin banyak? Itu karena ada yang beli. Ada yang nonton. Lantas, siapa yang nonton, siapa kalo bukan remaja-remaja seumuran kita—dan jangan-jangan bisa jadi kita juga malah ikutan nonton.
Alasan ketiga, karena kitanya diam. Kita sebagai masyarakat nggak bereaksi apapun terhadap sinetron-sinetron yang nggak punya harga diri itu. Kita hafal bagnet kalo para penggagas ide kebebasan berekspresi dan berperilaku itu biasanya berlindung di balik jargon demokrasi. Ketika mereka menyuguhkan pornografi atau pornoaksi, mereka cukup berkata, “Biarlah masyarakat yang menilai, karena masyarakat sekarang sudah dewasa.” Nah, celakanya, meski sebagian besar masyarakat (en kita juga) nggak setuju terhadap fenomena di atas, malah cenderung diam aja. Nggak protas-protes, lewat sekadar telefon ke televisi yang bersangkutan ataupun nulis surat pembaca di media massa gitu. Kalo sering digituin, percaya dah, tuh orang-orang lama-lama bakalan jadi keder juga.
Jangankan melakukan aksi menentang keberadaan fenomena di atas, sekadar berkomentar dengan nada sinis saja nggak bisa. Sikap diam kita ini  bisa dijadikan pembenaran oleh penggagas ide sesat di atas sebagai ’tanda setuju’ terhadap apa yang mereka lakukan, karena nggak ada protes apalagi pemboikotan.
Dan alasan yang terakhir neh, dukungan pemerintah. Pemerintah, secara sadar ataupun nggak, justru menjadi pendorong utama bagi tumbuh-suburnya “penyimpangan” sinetron di atas. Gimana nggak? Pemerintah udah mengadopsi demokrasi dan HAM sebagai mainstream (arus utama) dalam menata negeri ini. Sebagaimana kita ketahui, yang menjadi alasan utama para penggagas dan pelaku penyimpangan sosial di atas adalah demokrasi dan HAM. Dari sinilah kita bisa mengerti mengapa pemerintah nggak bisa melarang bahkan menghapus praktik-praktik sesat di atas.
Bos, sekarang neh, semuanya mulai berada di tangan kita.  Akankah kita jadi penikmat sejati sinetron amburadul di televisi yang nggak punya harga diri sama sekali nyatain perang sama sinetron Indonesia yang nggak punya gizi? [islampos]

Thursday, January 24, 2013

7 Cara Menghindari Pergaulan Bebas

SUMBER: http://www.iniloh.net/2012/06/7-cara-menghindari-dan-mengatasi.html

1. Mengisi Waktu Kosong Dengan Kegiatan Positif ( Buat Anak Remaja )

Daripada kalian yang masih remaja ini membuang waktu kalian dengan malas - malasan atau keluyuran tidak jelas yang nantinya bisa terjerumus kedalam pergaulan bebas lebih baik gunakan waktu kalian dengan kegiatan positif seperti belajar, sembahyang, belajar ke agamaan atau membuat kegiatan sosial lainnya yang berguna seperti mengumpulkan bantuan untuk korban bencana alam atau dari hal yang

Tuesday, January 15, 2013

Langkah Praktis Agar Remaja Muslim Bisa Berdakwah


SUMBER: http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2010/03/22/4197/langkah-praktis-agar-remaja-muslim-bisa-berdakwah/

ISLAM bukanlah keyakinan yang individualistik dan ego-sentris. Kaum muslimin memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama. Islam mengajarkan bahwa setiap muslim dan muslim memiliki andil untuk berdakwah. Tak terkecuali para pemuda dan remaja muslim. Kita semua diharuskan untuk mengajak teman-teman kita agar dekat dengan Allah. Jika demikian, maka segenap pemuda dan remaja muslim memiliki peran krusial dalam dakwah. Yup, mengenai hal ini, semua pasti setuju.

Allah telah mendudukkan para remaja dan pemuda di posisi yang mungkin tidak ada orang lain yang mendudukinya. Karena mereka menjadi orang-orang dekat yang  berkomunikasi dengan

Saturday, January 12, 2013

Mengatasi Kesedihan Akibat Perpisahan


Perpisahan identik dengan pertemuan, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kala bersekolah kita bertemu di awal semester awal dengan teman teman baru, saling bertegur sapa hingga karena sering berbicara kita menjadi akrab,namun pada akhirnya setelah ujian akhir kita harus berpisah karena harus pindah berkuliah ketempat lain.
begitupun di pekerjaan,lama bersama sama membangun karier,pasti suatu saat akan ada teman yang pindah kepekerjaan yang lain untuk mencari yang lebih baik.

Dan perpisahan yang paling mendasara dan tak mungkin bisa dihindari adalah perpisahan karena

Thursday, December 27, 2012

Pacaran Versi Islam

Apakah Ada Pacaran Dalam Islam?
Pertanyaan:
Apakah ada pacaran di dalam ajaran Islam?








Jawab:
Ada, bahkan Islam mengajarkan pacaran yang

Saturday, December 15, 2012

Qona'ah Bukan Sekedar Menerima Apa Adanya


Saya masih ingat akan pesan dari kyai saya. Pesan yang singkat tapi kalau benar-benar diresapi akan menjadikan seseorang mendapatkan kemuliaan di dunia dan akherat. Pesan beliau, “dadio wong sing qona’ah” jadilah orang yang qona’ah. Memang, saya belum bisa mengamalkan pesan tersebut secara maksimal. Tapi saya akan selalu berusaha untuk mewujudkan dari pesan kyai saya tersebut.
Qona’ah berasal dari bahasa Arab qona’a yang berarti..........

Monday, December 10, 2012

Masa Remaja Itu Menyenangkan

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja termasuk  masa yang sangat menyenangkan, masa yang menghabiskan banyak waktu. Setiap seorang anak dewasa pasti melewati masa yang mempunyai banyak pengalaman bersenang-senang ini.

Banyak anak remaja yang terlalu asik dengan kesenangan nya sehingga lupa untuk belajar. Kegiatan mereka sangat padat sehingga waktu yang mereka miliki  tersita oleh hal-hal yang tidak penting,seperti bermain, jalan-jalan, shopping, online,dll. Memang tidak salah jika mereka melakukan nya, tapi alangkah baik nya jika

Saturday, December 8, 2012

Tips Berwibawa


Siapa sih orang yang tak ingin berwibawa di depan orang lain pasti semua menginginkannya,sebenarnya menjadi orang berwibawa itu tidak sulit dan bisa di lakukan oleh siapa saja tua muda kaya miskin.pernahkah anda menemui atau mempunyai saudara atau tetangga yang penampilanya biasa saja dan bukan juga orang yang berharta tapi di segani oleh orang lain alias ngrikuhi orang jawa bilang itulah ciri dari seseorang yang mempunyai wibawa.apakah anda ingin menjadi sosok berwibawa,? saya mempunyai beberapa tips agar

Friday, December 7, 2012



Cinta– Remaja dan pacaran. Ibarat dua sisi mata uang. Kalo udah remaja gak punya pacar ibarat ga lakulah, ga gaul, katrok dan pastinya malu donk sama temen yang udah punya pacar. Kemana mana jalan bareng kayak tuyul dan mbak yul.. ups...!! hehehe

Dewasa ini, banyak yang remaja yang bisa di bilang kualitas(emank barang) di bawah rata-rata pada nekad! “Pokoknya dapet pacar, siapa aja, asal mau sama gue..entah tomboy ato banci, asalkan mau sama gw!!” hehehehe… ngiris gan kalo ketemu ama anak yang

Thursday, December 6, 2012

Kuatkan Aqidah dengan Belajar


Setiap muslim wajib mempelajari ilmu agamanya, terlebih mempelajari tentang ilmu akidah. Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam membekali para sahabatnya ilmu akidah selama 13 tahun, bahkan ketika beliau shalallahu ‘alaihi wassalam akan wafat, beliau masih sempat membekali para sahabatnya dengan akidah. Beliau bersabda, : “Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa pentingnya ilmu Akidah, sampai-sampai Rasulullah ketika akan wafat masih menguatkan akidah para sahabatnya. Lalu bagaimana dengan

Sunday, December 2, 2012

Hilangkan Rasa Malu

Orang-orang dengan sifat pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain. Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial.

Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian. Tapi bagi Kamu yang memiliki sifat ini, tak perlu berkecil hati, karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh sifat yang merugikan ini.

Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri dari 'terlalu berpusat pada diri sendiri' dicampur dengan rasa gugup. Dan ada paduan yang lebih tak menyangkan, saat rasa malu itu mempengaruhi fisik  Kamu dengan cara 'membajak' ketenangan logis. Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian sosial.

Untuk mengatasi rasa malu ini, yang Kamu butuhkan adalah belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk mengarahkan diri  Kamu jauh dari terlalu berpusat pada diri sendiri, serta memberi diri  Kamu ruang untuk mempraktekan kemampuan bercakap-cakap. Dalam kebanyakan kasus, emosi yang memuncak dalam bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa takut. Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi  Kamu yang pemalu, ada beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat  Kamu praktekan.

1. Pikirkan tentang cara  Kamu merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah  Kamu kenal, dimana  Kamu bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat.............

Friday, November 30, 2012

Penyebab Gengsi Negatif


Gengsi itu sudah sangat 'famous' dalam diri remaja.Gengsi itu adalah sifat yang kurang baik yang memaksakan diri supaya terpandang hebat di mata orang atau menyembunyikan rasa malu dari dirinya, "Do this make a good teen?" Sebetulnya bersaing itu bagus, apabila bersaing atau gengsi dalam hal kebaikan. Tidak bersaing dalam hal yang negatif atau ingin di puji orang,dsb




Hal itu (gengsi) bisa terjadi karena ada pengaruh dari faktor keluarga, lingkungan, sekolah, teman, bahkan sahabatnya sendiri. Sehingga si 'remaja' ini merasa ingin bersaing dalam hal apapun. Karena masa remaja adalah masa saat berkobar-kobarnya  kehidupan manusia. Contoh kasus gengsi remaja:



  1. Ketika malu tidak punya mobil, tetapi temannya banyak yang memiliki mobil, jadi dia ingin bersaing untuk mempunyai mobil. Wow! Kalau orang tua nya sanggup buat belikan atau bahkan mampu beli sendiri, kalau tidak? (Bisa disebut anak durhaka). Si 'remaja' nggak mau kalah bersaing di mata eman-temannya. Nah itu sedikit contoh yang sering ada di Indonesia. Tapi Indonesia pasti bisa bersaing (positif) dengan akal-akal yang sehat. Terutama remaja islam Indonesia.
  2. Rumah sederhana membuat si 'remaja' malu ketika teman-temannya mengetahui keadan ekonomi keluarganya. Akhirnya ia memilih tinggal di rumah kost yang besar. Yang itu tampak bahwa di punya rumah se-mewah itu. Jangan ditiru!!
Nah, sudah tau kan? Penyebab remaja gengsi itu lebih banyak dari faktor pertemanannya. Akhirnya, ia halal-kan segala cara untuk mencapai tujuan tersebut agar terlihat sama bahkan lebih dengan temannya dan inilah kelakuan negatif yang harus di hilangkan. Kelakuan si 'remaja' ini harus di hilangkan, begitu pula dengan kelakuan  temannya yang sombong itu. Dengan gengsi seperti itu, maka akan menguras semua harta dan martabat. Tidak hanya itu, pertemanan dan persahabatan kita akan rusak dengan kelakuan seperti itu.

Gengsi sama sekali tidak membiahkan hal-hal yang positif. Jadilah diri sendiri apa adanya tapi bukan berarti menyerah melainkan berusaha tampil dengan kualitas diri yang lebih baik (dengan cara yang positif), sehingga teman-temanmu akan kagum dan takjub ketika kamu bersaing bukan dengan cara yang negatif. Kalau disuruh teman seperti ini "yahh kamu nya gk gaul gk punya motor", tidak perlu di open masak kamu mau disuruh-suruh sama teman dengan hal-hal yang begituan mendingan kamu diamin saja dan katakan pada hati bahwa aku akan mendapatkan hal seperti itu yang lebih baik lagi.. OKE!!! Bersatulah Remaja ISLAM Indonesia! Rubah Indonesia menjadi negara islam yang mampu bersaing di era global. Amiin...

Thursday, November 29, 2012

Tips Sukses Berorganisasi


Ketika sedang nyaman berorganisasi, akan saja tiba-tiba kamu harus menghadapi kenyataan bahwa organisasi tempat kamu beraktivitas itu mengalami masalah yang sangat berat. Apa itu karena faktor intern person-nya ataupun karena faktor luar.
Jika kamu nggak siap menghadapinya, pasti menyulitkan bukan? Karena itulah, kamu harus ‘prepare’ terhadap segala sesuatu. Caranya gimana? Kamu wajib mengatur strategi atau siasat untuk tahan dengan tempat kamu saat ini, serta melakukan antisipasi jika tiba-tiba kamu terpaksa ‘jobless’. Silahkan simak saja…

Interaksi dengan pimpinan 
Putuskan waktu kapan kamu bisa bicara ‘empat mata’ dengan pimpinan kamu. Ajaklah beliau untuk diskusi tentang kondisi organisasi yang sesungguhnya. Dan katakan bahwa kamu ingin bertahan dan memberikan kontribusi pada organisasi ini. Selain itu kamu pun bisa konsultasi langsung dengan beliau tentang kinerja kamu selama ini. Dengan demikian, kamu sudah menunjukkan pada pimpinan bahwa kamu masih punya motivasi dan kemauan untuk memajukan organisasi.

Menjalin hubungan dengan baik (dengan rekan-rekan) 
Dengan menjalin hubungan baik dengan rekan-rekanmu di organisasi, sangat bermanfaat untuk bisa mempertahankan ‘keadaan’ kamu dalam oraganisasi. Lebih baik dengan didukung kinererja kamu yang good’. Contoh ketika dalam rapat ada dua atau tiga orang rekan yang memuji hasil kerja kamu, tentu mereka akan pikir-pikir untuk menempatkan kamu pada posisi yang kurang strategis dalam organisasimu

• Kerja di luar zona nyaman (selain rekan-rekanmu) 
Jadilah ’sukarelawan’ di organisasimu dengan melakukan pekerjaan yang tidak dilakukan oleh rekan lain.
Misalnya membantu atasanmu memeriksa dokumen, mengedit dan mengoreksi proposal. Dengan melakukan pekerjaan ini, atasan akan lebih

Wednesday, November 28, 2012

Belajar Sebelum Mengajar


Kebodohan yang menimpa umat Islam tidak hanya terjadi karena kurangnya proses belajar-mengajar, lebih dari itu, kebodohan ini juga terjadi karena proses pembelajaran yang kurang sempurna pada umat Islam. Di antara penyebabnya adalah kurangnya ilmu yang ada pada da’i saat ini. Keberanian dan semangat berdakwah yang tidak diimbangi oleh pemahaman mendalam tentang agama ini menjadikannya seringkali “berfatwa” tanpa ilmu.
Maka yang terjadi adalah pembodohan tanpa disadari oleh da’i itu sendiri. Permasalahannya semakin komplek ketika itu berkaitan dengan masayarakat luas yang pemahaman terhadap agamanya minim. Maka terjadilah berbagai bentuk penyimpangan di masyarakat, dari mulai pemahaman aqidah yang tidak tepat hingga tindakan tanpa ilmu yang berakibat kepada citra buruk Islam.
Akar permasalahan dari semua itu adalah bekal yang kurang dari seorang da’i, sehingga belajar sebelum mengajar adalah sebuah keniscayaan. Pentingnya ilmu bagi para da’i telah menjadi keharusan. Sehingga telah sejak lama para ulama kita membuat sebuah kaidah “Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan”
Semangat dalam berdakwah tentu saja tidak cukup, apalagi dengan alasan realita di masyarakat. Walaupun sebatas penyampai dan tetap komitmen dengan pemahaman tentunya menjadi keharusan. Dalam kata lain aktivitas belajar bagi seorang da’i dalam keadaan ia mengajar adalah sebuah keharusan.
Sebenarnya modal semangat dalam berdakwah juga terjadi pada masa terdahulu, dalam sejarah Islam kita mengenal adanya berbagai halaqah (Kelompok studi ilmu) yang diadakan di berbagai tempat. Ketika seorang peserta halaqah dipandang telah mumpuni dan

Tuesday, November 27, 2012

Bagi para pengunjung, ada satu e-book yang ingin saya share kepada anda semua. E-book ini saya dapat dari Rio Purboyo. Tetapi saya tidak langsung menampilkan, (mohon maaf sebelumnya) anda haru download terlebih dahulu di: 

http://www.4shared.com/office/Y3y20zbW/ebook_SOTING-RioPurboyo.html

Dan beliau berpesah kepada kita:

"Sebagai bentuk kepedulian, share e-book ini ke teman Anda yg lainnya. Oke?"

"Dan, KLIK "LIKE" FB Page Penyusun >> fb.com/riopurboyo "



Mohon maaf apabila ada salah kata, itu datangnya karena kita hanya manusia biasa. Dan apabila ada kebaikan dan kebenarannya, itu semata-mata hanya dari Allah swt. Amin..

~SEMOGA BERMANFAAT~

fb.com/riopurboyo

 
Description: Rating: 4.5 Reviewer: - ItemReviewed: