/script> Kelakuan Remaja | Islamic's Teens

Labels

This is default featured slide 1 title

Money is nothing at now. Iman (ALLAH) is everything for us. Just say thank you Allah and pray for him! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 2 title

Identify yourself and explore your talent. Everyone has a lot of latent talent! God is always with you! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 3 title

Social regardless of religion, ethnicity, race, and achievement .. What matters is how we live it .. (Yusron Eka Sunarsono)s.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Kelakuan Remaja. Show all posts
Showing posts with label Kelakuan Remaja. Show all posts

Sunday, February 24, 2013

6 Cara Efektif Refreshing


SUMBER: http://bundadontworry.wordpress.com/2010/04/25/6-cara-efektif-refreshing/

Awet muda tak hanya dapat diraih dari usaha jasmaniah saja seperti rajin merawat kulit, diet sehat, atau olah raga.
Namun, lebih dari itu semua adalah tentang bagaimana kesehatan mental Anda.
Masalah, stres, sakit hati merupakan hal-hal yang dapat membuat mental seseorang menjadi sakit.
Oleh sebab itu, setiap orang, perlu yang namanyaliburan mental. Langsung saja...

Sunday, February 17, 2013

Tips Menghadapi Ujian Nasional 2013


SUMBER: http://lppsmartstudents.blogspot.com/2012/11/tips-menghadapi-ujian-nasional-2013.html

Ibarat menghadapi sebuah pertempuran, seorang prajurit hebat akan melakukan latihan keras dengan penuh kedisiplinan agar dapat menang di medan pertempuran. Begitu juga seorang siswa yang cerdas, ia akan berusaha menghadapi Ujian Nasional dengan sebaik-baiknya mulai dari sekarang karena ia pun paham bahwa seorang prajurit hebat bukanlah karena hebat sejak lahir, tetapi karena telah melakukan banyak latihan dengan penuh kedisiplinan. Bagi seorang prajurit hebat, lebih baik ia lelah dan mengeluarkan banyak keringat ketika latihan dari pada mengeluarkan banyak darah ketika berada di medan pertempuran. Lalu bagaimana dengan siswa yang cerdas dalam menghadapi UN 2013? :)

Wednesday, February 6, 2013

Cara Menasehati Buah Hati Usia Remaja

SUMBER: http://insidememore.blogspot.com/2012/10/cara-menasehati-buah-hati-usia-remaja.html


Anak merupakan aset keluarga dan bahkan lebih jauh adalah aset negara, oleh karena itu anak harus didik secara baik dan bijaksana. Anak dikatakan aset keluarga karena diharpkan dikala orang tua sudah tak mampu lagi produktif dalam segala hal, ada seorang anak yang bisa menggantikan dan membantu meringankan beban orang tua. Begitu pula anak sebagai aset negara, walaupun nantinya sang anak tidak bisa menjadi pemimpin negara (yang baik tentunya) paling tidak anak bisa jadi penambah income, entah itu dari pajak dia sebagai karyawana ato pegawai ato bahkan seorang pengusaha kecil hingga pengusaha besar.

Oleh karena itu sangat penting untuk men-

Saturday, February 2, 2013

Jangan Galau, Allah Bersama Kita

iniunic.blogspot.com 

SUMBER: http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/04/18/18704/jangan-galau-allah-bersama-kita-inilah-4-ayat-anti/

Oleh: Zakariya Hidayatullah
Mahasiswa STID Muhammad Natsir
Zaman sekarang berbagai masalah makin kompleks. Entah itu komplikasi dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai, masalah hutang yang belum terbayar, bingung karena ditinggal pergi oleh sang kekasih, ataupun masalah-masalah lain. Semuanya bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana.
“Galau!!” merupakan sebuah kata-kata yang

Friday, February 1, 2013

Manusia dan Cinta Kasih


SUMBER: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/06/03/1/461916/manusia-dan-cinta-kasih.html

damaisubimawanto.wordpress.com
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarikb hatinya. Sedangkan rasa kasih yaitu perasaansayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kasa kasih memperkuat rasa cinta.
Walaupun cinta dan kasih memilik arti hampir sama, tetapi memiliki perbedaan juga antar keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya. Dengan kata lain dengan cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. Menurut Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta

Wednesday, January 30, 2013

Cara Bergaul Yang Baik Dengan Teman


SUMBER: http://arifbachtiar.blogspot.com/2012/06/cara-bergaul-yang-baik-dengan-teman.html

Pada postingan saya kali ini saya akan membahas bagaimana cara bergaul dengan teman sebaya, dengan teknik komunikasi yang baik tentunya.tapi sebelum masuk ke pembahasan materi,sebelumnya saya perkenalkan diri saya terlebih dahulu,saya adalah seorang yang sangat pemalu dan melankolis.tapi tunggu dulu,saya malu kalau saya nggak ngobrol dengan teman seharian,saya ingin dekat dengan teman saya setiap hari,bahkan kalau teman saya sedang di luar kota pasti saya menyempatkan untuk mengirim pesan pendek sekedar untuk menyapa.
Perlu ketahui bahwa punya teman banyak sangat

Tuesday, January 29, 2013

Sinetron Remaja, Generasi Yang Nggak Punya Harga Diri


SUMBER: http://islampos.com/sinetron-remaja-generasi-yang-nggak-punya-harga-diri-7035/

islampos.com—TUJUH taon belakangan ini, terutama sejak taon 2005, sinetron remaja emang makin membludak di layar televisi. Nggak sekadar tayang begitu aja, karena manbayangin!, sinetron-sinteron itu ditayangin pada jam prime time(antara pukul 18.30 sampe 21.00). Hmm, tau sendirikan, nggak sembarang acara bisa nongol di televisi pada jam-jam segitu. Maklum, acara di jam prime time jelas-jelas mendapat perhatian dan rating tinggi. Iklannya bejibun, dan ditonton oleh banyak orang. Dan, nggak cuma di satu televisi doang. Semua televisi (swasta) berlomba-lomba mengusung sinetron remaja silih berganti dan nggak jarang berentetan sekaligus
Kalo mau dhitung jumlahnya, dalam sehari kita bisa melototin semua sinetron itu lebih dari 25 biji! Dalam sehari! Uhuks! Catet guys!, itu cuma sinetron tentang remaja doang belom ditambah dengan sinetron-sinetron lainnya kayak sinetron ibu-ibu, sinetron silat, en sinetron anak-anak. Hitungannya, itu aja kalo di setiap stasiun televisi ada dua sinetron remaja setiap harinya. Padahal di beberapa stasiun televisi jumlahnya bisa mencapai 3 atawa 4. Dalam seminggu sinetron remaja bisa nongol 80 buah! (biasanya pas hari Ahad nggak begitu banyak, paling cuma 1 dan itupun hanya di beberapa stasiun teve aja).
Mustinya, kita seneng dong dengan banyaknya  tayangan yang mengetengahkan kehidupan tentang kita sebagai pelajar dan remaja? Hmm, itu dia, tunggu dulu! Ada yang ganjil dan ngaco tentang sinetron-sinetron remaja itu.
Sobat, film (atawa sinetron) sebagai seni adalah salah satu bentuk potret dari kebudayaan atawa realitas yang ada. Tapi apa bener begitu? Di sinetron-sinetron tersebut, yang ada malah kontradiktif kayaknya. Gimana nggak? Kalo Ente pernah (atau bahkan freaky) sinetron-sinetron itu, bener-bener sangat jauh dari kenyataan yang kita jalani sehari-hari. Bayangin aja, misalnya anak sekolah. Tau sendiri kan gimana dandanan anak sekolah di sinetron. Rambut pake style terbaru—nggak jarang dicat en di-punk segala (harajuku!), seragam udah nggak karu-karuan. Baju udah nggak pernah deh dimasupin, rok perempuannya mini banget. Aksesorisnya hmmm, bayangin aja kalung anjing aja bisa ada di leher para pemerannya. Anting di kuping? Tindik?  Hahh, itu sih udah lazim banget! Brur, apa udah sebegitu parahnya dandanan kita-kita ini? Kayaknya nggak deh! Seburuk-buruknya para pelajar di Jakarta sekalipun, belom ada kayaknya yang kayak gitu.
Miris en jengkel aja bawaannya. Kayaknya tuh sinetron pengen banget nunjukkin kalo kita tuh pelajar zaman kiwari songong-songong en nggak punya etika. Sesuatu yang sesungguhnya jauh panggang dari api! Alias boong besar!
Seperti tadi dibilangin, emang di sinetron-sinetron itu nggak ada faedah-faedahnya, emang bener! Apa yang mau diliat coba? Dari segi cerita, ancur abis. Sangat nggak masup akal! Coba aja liat skenarionya. Ada seorang pemuda yang sakti mandraguna banget, bisa  mengubah-ngubah wajahnya menjadi kayak apa aja yang dimau hingga banyak digila-gilai cewek. Modalnya cuma sebuah cincin doang. Ada juga ikan yang sakti yang bisa nolongin si jagoan utama. Ada juga anak miskin yang jadi kaya karena bantuan dari dunia ghaib. Walah-walah, bisa bikin hati pegel!
Pada dasarnya hanya ada tiga yang menjadi tema besar tuh sinetron-sinetron cupu. Pertama yang pasti dan jadi menu andalan, tentang seks. Seks bebas yang kecil-kecilan maupun dalam porsi yang besar. Ini kayaknya menjadi agenda utama dan musti ada di semua sinetron. Dengan alasan modern en anak gaul, karakter-karakter yang ada di sinetron itu enteng aja membawa permasalahannya ke permukaan. Heran dah, anak sekolah kok kerjaannya musti ajaaaa mikirin tentang cowok atau cewek pacarnya. Kayak nggak ada persoalan laen yang lebih bergizi gitu! Emang di seusia kita, ketertarikan lawan jenis lagi ngejedar-ngejedarnya, tapi kok ya masak sih hidup kita ini cuma dipake buat mikirin cinta yang jahil abis begitu?
Menu yang kedua, kriminal. Ampir nggak ada di sinetron-sinetron ini yang nggak berbau kejahatan. Ada tokoh yang jahatnya minta ampun, ibu tiri yang kejam, saudara kandung yang penuh dengki, dan lain sebagainya yang semuanya ngegambarin dunia ini is so severe! Yang bikin ngeri, semuanya itu diberi solusi instan yang efeknya bener-bener nggak manusiawi: dihabisin atawa dibunuh! Hahhh!!!
BRUR, nggak usah heran kalo sebenernya fenomena sinetron remaja sekarang ini cenderung berorientasi ke arah popularitas dan materi semata. Akbibatnya, hasil pesan yang disampein tuh filmnya jadinya jelas-jelas nggak kreatif. Artinya, hampir nggak ada pesan sosial yang berarti. Sebaliknya hanya sekadar menampilkan kehidupan remaja terutama di kota-kota besar, di mana pesan yang ingin disampein kepada penonton cenderung hanya bersifat menghibur en memancing emosi remaja yang imitasi, yang palsu.
Guys, kenapa semua ini terjadi? Minimal ada empat  unsur yang mempengaruhi fenomena di atas. Pertama, dari sisi pelaku. Baik artis, sutradara, maupun para pelaku sinetron punya fikroh(paham) Barat berupa kebebasan berekspresi yang bersumber dari demokrasi. Mereka beranggapan, kalo nggak ngerugiin orang lain dan nggak melanggar HAM, apa urusannya? Mereka juga beranggapan, semua yang mereka lakukan itu adalah seni.
Alasan kedua adalah bisnis (faktor ekonomi). Mereka melakukan semua itu demi uang, tanpa peduli apakah yang dilakukannya itu mau halal atau haram kek, apakah berakibat buruk atau baik bagi masyarakat, what the heck! Ini sebenernya sebanding dengan hukum ekonomi itu sendiri. Pernah nggak sih kepikiran, kenapa sinetron-sinetron itu malah menjamu dan makin banyak? Itu karena ada yang beli. Ada yang nonton. Lantas, siapa yang nonton, siapa kalo bukan remaja-remaja seumuran kita—dan jangan-jangan bisa jadi kita juga malah ikutan nonton.
Alasan ketiga, karena kitanya diam. Kita sebagai masyarakat nggak bereaksi apapun terhadap sinetron-sinetron yang nggak punya harga diri itu. Kita hafal bagnet kalo para penggagas ide kebebasan berekspresi dan berperilaku itu biasanya berlindung di balik jargon demokrasi. Ketika mereka menyuguhkan pornografi atau pornoaksi, mereka cukup berkata, “Biarlah masyarakat yang menilai, karena masyarakat sekarang sudah dewasa.” Nah, celakanya, meski sebagian besar masyarakat (en kita juga) nggak setuju terhadap fenomena di atas, malah cenderung diam aja. Nggak protas-protes, lewat sekadar telefon ke televisi yang bersangkutan ataupun nulis surat pembaca di media massa gitu. Kalo sering digituin, percaya dah, tuh orang-orang lama-lama bakalan jadi keder juga.
Jangankan melakukan aksi menentang keberadaan fenomena di atas, sekadar berkomentar dengan nada sinis saja nggak bisa. Sikap diam kita ini  bisa dijadikan pembenaran oleh penggagas ide sesat di atas sebagai ’tanda setuju’ terhadap apa yang mereka lakukan, karena nggak ada protes apalagi pemboikotan.
Dan alasan yang terakhir neh, dukungan pemerintah. Pemerintah, secara sadar ataupun nggak, justru menjadi pendorong utama bagi tumbuh-suburnya “penyimpangan” sinetron di atas. Gimana nggak? Pemerintah udah mengadopsi demokrasi dan HAM sebagai mainstream (arus utama) dalam menata negeri ini. Sebagaimana kita ketahui, yang menjadi alasan utama para penggagas dan pelaku penyimpangan sosial di atas adalah demokrasi dan HAM. Dari sinilah kita bisa mengerti mengapa pemerintah nggak bisa melarang bahkan menghapus praktik-praktik sesat di atas.
Bos, sekarang neh, semuanya mulai berada di tangan kita.  Akankah kita jadi penikmat sejati sinetron amburadul di televisi yang nggak punya harga diri sama sekali nyatain perang sama sinetron Indonesia yang nggak punya gizi? [islampos]islampos.com—TUJUH taon belakangan ini, terutama sejak taon 2005, sinetron remaja emang makin membludak di layar televisi. Nggak sekadar tayang begitu aja, karena manbayangin!, sinetron-sinteron itu ditayangin pada jam prime time(antara pukul 18.30 sampe 21.00). Hmm, tau sendirikan, nggak sembarang acara bisa nongol di televisi pada jam-jam segitu. Maklum, acara di jam prime time jelas-jelas mendapat perhatian dan rating tinggi. Iklannya bejibun, dan ditonton oleh banyak orang. Dan, nggak cuma di satu televisi doang. Semua televisi (swasta) berlomba-lomba mengusung sinetron remaja silih berganti dan nggak jarang berentetan sekaligus
Kalo mau dhitung jumlahnya, dalam sehari kita bisa melototin semua sinetron itu lebih dari 25 biji! Dalam sehari! Uhuks! Catet guys!, itu cuma sinetron tentang remaja doang belom ditambah dengan sinetron-sinetron lainnya kayak sinetron ibu-ibu, sinetron silat, en sinetron anak-anak. Hitungannya, itu aja kalo di setiap stasiun televisi ada dua sinetron remaja setiap harinya. Padahal di beberapa stasiun televisi jumlahnya bisa mencapai 3 atawa 4. Dalam seminggu sinetron remaja bisa nongol 80 buah! (biasanya pas hari Ahad nggak begitu banyak, paling cuma 1 dan itupun hanya di beberapa stasiun teve aja).
Mustinya, kita seneng dong dengan banyaknya  tayangan yang mengetengahkan kehidupan tentang kita sebagai pelajar dan remaja? Hmm, itu dia, tunggu dulu! Ada yang ganjil dan ngaco tentang sinetron-sinetron remaja itu.
Sobat, film (atawa sinetron) sebagai seni adalah salah satu bentuk potret dari kebudayaan atawa realitas yang ada. Tapi apa bener begitu? Di sinetron-sinetron tersebut, yang ada malah kontradiktif kayaknya. Gimana nggak? Kalo Ente pernah (atau bahkan freaky) sinetron-sinetron itu, bener-bener sangat jauh dari kenyataan yang kita jalani sehari-hari. Bayangin aja, misalnya anak sekolah. Tau sendiri kan gimana dandanan anak sekolah di sinetron. Rambut pake style terbaru—nggak jarang dicat en di-punk segala (harajuku!), seragam udah nggak karu-karuan. Baju udah nggak pernah deh dimasupin, rok perempuannya mini banget. Aksesorisnya hmmm, bayangin aja kalung anjing aja bisa ada di leher para pemerannya. Anting di kuping? Tindik?  Hahh, itu sih udah lazim banget! Brur, apa udah sebegitu parahnya dandanan kita-kita ini? Kayaknya nggak deh! Seburuk-buruknya para pelajar di Jakarta sekalipun, belom ada kayaknya yang kayak gitu.
Miris en jengkel aja bawaannya. Kayaknya tuh sinetron pengen banget nunjukkin kalo kita tuh pelajar zaman kiwari songong-songong en nggak punya etika. Sesuatu yang sesungguhnya jauh panggang dari api! Alias boong besar!
Seperti tadi dibilangin, emang di sinetron-sinetron itu nggak ada faedah-faedahnya, emang bener! Apa yang mau diliat coba? Dari segi cerita, ancur abis. Sangat nggak masup akal! Coba aja liat skenarionya. Ada seorang pemuda yang sakti mandraguna banget, bisa  mengubah-ngubah wajahnya menjadi kayak apa aja yang dimau hingga banyak digila-gilai cewek. Modalnya cuma sebuah cincin doang. Ada juga ikan yang sakti yang bisa nolongin si jagoan utama. Ada juga anak miskin yang jadi kaya karena bantuan dari dunia ghaib. Walah-walah, bisa bikin hati pegel!
Pada dasarnya hanya ada tiga yang menjadi tema besar tuh sinetron-sinetron cupu. Pertama yang pasti dan jadi menu andalan, tentang seks. Seks bebas yang kecil-kecilan maupun dalam porsi yang besar. Ini kayaknya menjadi agenda utama dan musti ada di semua sinetron. Dengan alasan modern en anak gaul, karakter-karakter yang ada di sinetron itu enteng aja membawa permasalahannya ke permukaan. Heran dah, anak sekolah kok kerjaannya musti ajaaaa mikirin tentang cowok atau cewek pacarnya. Kayak nggak ada persoalan laen yang lebih bergizi gitu! Emang di seusia kita, ketertarikan lawan jenis lagi ngejedar-ngejedarnya, tapi kok ya masak sih hidup kita ini cuma dipake buat mikirin cinta yang jahil abis begitu?
Menu yang kedua, kriminal. Ampir nggak ada di sinetron-sinetron ini yang nggak berbau kejahatan. Ada tokoh yang jahatnya minta ampun, ibu tiri yang kejam, saudara kandung yang penuh dengki, dan lain sebagainya yang semuanya ngegambarin dunia ini is so severe! Yang bikin ngeri, semuanya itu diberi solusi instan yang efeknya bener-bener nggak manusiawi: dihabisin atawa dibunuh! Hahhh!!!
BRUR, nggak usah heran kalo sebenernya fenomena sinetron remaja sekarang ini cenderung berorientasi ke arah popularitas dan materi semata. Akbibatnya, hasil pesan yang disampein tuh filmnya jadinya jelas-jelas nggak kreatif. Artinya, hampir nggak ada pesan sosial yang berarti. Sebaliknya hanya sekadar menampilkan kehidupan remaja terutama di kota-kota besar, di mana pesan yang ingin disampein kepada penonton cenderung hanya bersifat menghibur en memancing emosi remaja yang imitasi, yang palsu.
Guys, kenapa semua ini terjadi? Minimal ada empat  unsur yang mempengaruhi fenomena di atas. Pertama, dari sisi pelaku. Baik artis, sutradara, maupun para pelaku sinetron punya fikroh(paham) Barat berupa kebebasan berekspresi yang bersumber dari demokrasi. Mereka beranggapan, kalo nggak ngerugiin orang lain dan nggak melanggar HAM, apa urusannya? Mereka juga beranggapan, semua yang mereka lakukan itu adalah seni.
Alasan kedua adalah bisnis (faktor ekonomi). Mereka melakukan semua itu demi uang, tanpa peduli apakah yang dilakukannya itu mau halal atau haram kek, apakah berakibat buruk atau baik bagi masyarakat, what the heck! Ini sebenernya sebanding dengan hukum ekonomi itu sendiri. Pernah nggak sih kepikiran, kenapa sinetron-sinetron itu malah menjamu dan makin banyak? Itu karena ada yang beli. Ada yang nonton. Lantas, siapa yang nonton, siapa kalo bukan remaja-remaja seumuran kita—dan jangan-jangan bisa jadi kita juga malah ikutan nonton.
Alasan ketiga, karena kitanya diam. Kita sebagai masyarakat nggak bereaksi apapun terhadap sinetron-sinetron yang nggak punya harga diri itu. Kita hafal bagnet kalo para penggagas ide kebebasan berekspresi dan berperilaku itu biasanya berlindung di balik jargon demokrasi. Ketika mereka menyuguhkan pornografi atau pornoaksi, mereka cukup berkata, “Biarlah masyarakat yang menilai, karena masyarakat sekarang sudah dewasa.” Nah, celakanya, meski sebagian besar masyarakat (en kita juga) nggak setuju terhadap fenomena di atas, malah cenderung diam aja. Nggak protas-protes, lewat sekadar telefon ke televisi yang bersangkutan ataupun nulis surat pembaca di media massa gitu. Kalo sering digituin, percaya dah, tuh orang-orang lama-lama bakalan jadi keder juga.
Jangankan melakukan aksi menentang keberadaan fenomena di atas, sekadar berkomentar dengan nada sinis saja nggak bisa. Sikap diam kita ini  bisa dijadikan pembenaran oleh penggagas ide sesat di atas sebagai ’tanda setuju’ terhadap apa yang mereka lakukan, karena nggak ada protes apalagi pemboikotan.
Dan alasan yang terakhir neh, dukungan pemerintah. Pemerintah, secara sadar ataupun nggak, justru menjadi pendorong utama bagi tumbuh-suburnya “penyimpangan” sinetron di atas. Gimana nggak? Pemerintah udah mengadopsi demokrasi dan HAM sebagai mainstream (arus utama) dalam menata negeri ini. Sebagaimana kita ketahui, yang menjadi alasan utama para penggagas dan pelaku penyimpangan sosial di atas adalah demokrasi dan HAM. Dari sinilah kita bisa mengerti mengapa pemerintah nggak bisa melarang bahkan menghapus praktik-praktik sesat di atas.
Bos, sekarang neh, semuanya mulai berada di tangan kita.  Akankah kita jadi penikmat sejati sinetron amburadul di televisi yang nggak punya harga diri sama sekali nyatain perang sama sinetron Indonesia yang nggak punya gizi? [islampos]

Saturday, January 26, 2013

Pengertian Konsep Diri Menurut Beberapa Ahli


SUMBER: http://www.diwarta.com/pengertian-konsep-diri-menurut-beberapa-ahli/653/

(Pengertian Konsep Diri menurut Beberapa Ahli) – Definisi konsep diri menurut para tokoh sangat beragam artinya. Rochman Natawidjaya (1979: 102) menjelaskan bahwa “konsep diri adalah persepsi individu tentang dirinya, kemampuan dan ketidakmampuannya, tabiat-tabiatnya, harga dirinya dan hubungannya dengan orang lain”.
Konsep diri juga merupakan “gambaran mental diri sendiri yang terdiri dari pengetahuan tentang diri sendiri, pengharapan diri dan penilaian terhadap diri sendiri” (James F Calhoun, 1995: 90). Pengertian konsep diri menurutJalaludin Rahmat (1996: 125) yaitu “Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita, persepsi ini boleh bersifat psikologis, sosial dan psikis. Konsep diri bukan hanya gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian kita”. Pengertian konsep diri dalam istilah umum mengacu pada persepsi seseorang mengenai dirinya sendiri. Persepsi ini terbentuk melalui kesimpulan-kesimpulan yang diambil berdasarkan pengalaman pengalaman dan persepsi-persepsi terutama dipengaruhi oleh reward dan punishment yang diberikan oleh seseorang yang berarti dalam kehidupannya.
Menurut Hurlock (1994) yang dimaksud konsep diri adalah

Monday, January 14, 2013

Percaya Diri (PD) Berbicara


            Kebetulan, saya mengalami hal yang seperti ini. Malu berbicara di depan umum. Baik ketika melakukan presentasi, pidato, ceramah, atau bahkan hanya sekedar menjadi MC. Semua pernah saya rasakan. Kali ini, saya ingin nge-share sedikit tips dan triks agar teman-teman sekalian menjadi remaja yang oke! Ya seputar bagaimana cara mengatasi malu berbicara di depan umum tersebut. Oke langsung saja......

Saturday, January 12, 2013

Mengatasi Kesedihan Akibat Perpisahan


Perpisahan identik dengan pertemuan, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Kala bersekolah kita bertemu di awal semester awal dengan teman teman baru, saling bertegur sapa hingga karena sering berbicara kita menjadi akrab,namun pada akhirnya setelah ujian akhir kita harus berpisah karena harus pindah berkuliah ketempat lain.
begitupun di pekerjaan,lama bersama sama membangun karier,pasti suatu saat akan ada teman yang pindah kepekerjaan yang lain untuk mencari yang lebih baik.

Dan perpisahan yang paling mendasara dan tak mungkin bisa dihindari adalah perpisahan karena

Thursday, January 3, 2013

Bagaimana Mengenali Bakat Diri?


Setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya bisa menjadi ikan dalam air, atau burung di udara.
Mengenali bakat merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kenalkah Anda dengan JK Rowling? Itu loh, penulis Harry Potter yang buku terakhirnya terjual 8.9 juta hanya dalam waktu semalam di Amerika dan Inggris saja. Semula dia kerja sebagai pelayan toko. Hidupnya susah karena

Saturday, December 29, 2012

Pemuda Mandiri


1311090350746537585Pemuda itu gamang menyikapi kehidupannya. Keluarganya boleh dibilang keluarga yang cukup mampu dibandingkan dengan orang-orang sekitarnya yang hanya menjadi buruh di persawahan. Bisa bertahan untuk makan sehari saja itu sudah bagus, begitu keadaan masyarakat desanya.
Pemuda itu coba mengadu nasib pergi ke kota untuk kemajuan keluarganya. Ia bekerja di sebuah mall di kota Semarang. Tapi ia tak berpuas diri di mall itu dan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Itu adalah tantangan yang menyenangkan, katanya. Berbagai dunia pekerjaan apa saja yang ada di perkotaan terus di

Thursday, December 27, 2012

Pacaran Versi Islam

Apakah Ada Pacaran Dalam Islam?
Pertanyaan:
Apakah ada pacaran di dalam ajaran Islam?








Jawab:
Ada, bahkan Islam mengajarkan pacaran yang

Monday, December 24, 2012

Emosi? Apa Itu?


Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.
Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.
Emosi berkaitan dengan

Saturday, December 22, 2012

Cara Belajar Yang Baik


Tips cara belajar yang baik efektif dan efisien
Cara Belajar yang Baik. Bulan-bulan ini merupakan bulan mendekati ujian semester bagi siswa SMP maupun SMA. Tentunya orang tua lebih

Friday, December 21, 2012

Musyawarah, Mengatasi Masalah Tanpa Masalah


Perseteruan yang terjadi diantara dua kubu itu akan melahirkan bencana baru, yang korbannya adalah bukan yang berseteru tetapi rakyat yang tidak tahu.
Adalah di negeri Surawesthi, Pangeran Surabaya menerima laporan intelijen, bahwa prajurit Mataram kini sudah bergerak menuju ke arah timur. Kemudian Adipati Surawesthi mengirimkan utusan ke kadipaten tetangga yakni ; Tuban, Sedayu, Lamongan, Lasem , Gresik Lumajang, Kertasana, , Pasuruan, Kediri, Wirasaba, Blitar, Ngawi, Majapura, Pringgabaya, Rembang, Pajangkungan, Mandura, Pamekasan, Baliga, Aribanggi.
Kadipaten tetangga ini merupakan

Thursday, December 20, 2012

Tips Manajemen Waktu


Waktu begitu berharga bagi seorang remaja muslim. Dapat dilihat, kebanyakan kita kurang dapat memenej waktu dengan baik. Akhirnya, semua tugas jadi tertunda dan tertunda. Jadinya menumpuk dan urusan yang lebih urgent jadi terbengkalai. Berikut ada tips bagus yang bermanfaat bagi kita untuk memenej waktu.
1. Use a To Do List
Buat daftar kegiatan yang harus kamu lakukan. Tidak hanya sebagai pengingat tapi juga sebagai alat agar

Wednesday, December 19, 2012

Cermin Masyarakat Beradab


Gaul adalah kata yang disandingkan pada remaja bahkan di kalangan orang tua yang berani melakukan apa saja yang tercermin dalam kebebasan berekspresi, mulai dari dandanan hingga gaya hidup ala selebritis. Gaul juga menjadi pemandangan yang biasa dan sangat akrab disaksikan di masyarakat yang secara sadar atau tidak telah mengadopsinya dari berbagai tayangan di media elektronik, semisal “Indonesian Idol”, “Mama Mia”, dll. Berbagai sarana pun ikut mempercepat berlangsungnya gaul bebas di....................

Saturday, December 15, 2012

Qona'ah Bukan Sekedar Menerima Apa Adanya


Saya masih ingat akan pesan dari kyai saya. Pesan yang singkat tapi kalau benar-benar diresapi akan menjadikan seseorang mendapatkan kemuliaan di dunia dan akherat. Pesan beliau, “dadio wong sing qona’ah” jadilah orang yang qona’ah. Memang, saya belum bisa mengamalkan pesan tersebut secara maksimal. Tapi saya akan selalu berusaha untuk mewujudkan dari pesan kyai saya tersebut.
Qona’ah berasal dari bahasa Arab qona’a yang berarti..........

Friday, December 14, 2012

Menangani Masalah Dalam Hidup


Kadang hidup terasa sulit dijalani, lika-liku hidup membuat tidak sedikit orang merasa stress. Banyak dorongan dan himpitan dari sana sini yang seakan membuat hidup ini terasa sempit. Kadang kita berada di atas, kadang juga berada di bawah. Ketika kita di bawah inilah hidup terasa susah dan langkah terasa berat.

Kemudian adakah hal-hal yang dapat membebaskan kita dari masalah-masalah yang membelenggu hidup, saya akan mencoba berbagi tips yang mudah-mudahan dapat membantu para pembaca untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam hidupnya.
1. Langkah pertama, berdoalah kepada Tuhan agar memudahkan urusan yang sedang kita hadapi. Doa merupakan hal mistis yang memang banyak orang dari berbagai pemeluk agama mempercayainya. Percaya akan ampuhnya suatu doa berarti percaya akan adanya Tuhan. Kepada Tuhanlah kita berdoa, dan memang Dialah Yang mengendalikan segala pergerakan yang ada di alam semesta ini, gemuruh ombak, tiupan angin dan letusan gunung merapi pun tak luput dari rencanaNya. Maka dari itu hanya kepadaNyalah kita meminta untuk mengendalikan hidup kita yang sedang mengalami gonjang ganjing agar kita dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah yang sedang kita tempuh.
2. Langkah kedua, ketika masalah berkecamuk dalam otak kita, jangan pernah mundur atau lari dari masalah yang kita hadapi. Jalanilah hidup ini sebagaimana baiknya yang mesti anda kerjakan, jalanilah hidup ini pelan-pelan, tidak usah memikirkan mimipi-mimpi atau target yang terlalu tinggi. Tak usah terburu-buru ingin keluar dari masalah, tapi hadapilah masalah itu pelan-pelan. Menghadapinya bukan berarti hanya pasrah tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya, tapi harus ada upaya konkrit yang kita lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Upaya tersebut berupa hal-hal apa yang semestinya anda kerjakan sekarang. Tidak usah memikirkan anda akan melakukan ini dan itu nanti, tapi cukup lakukan apa yang harus anda kerjakan sekarang.
3. Langkah ketiga yang menurut saya ini langkah terakhir dalam mengatasi masalah dalam hidup yaitu tawakkal/ berserah dan pasrah kepada Tuhan. Ini merupakan langkah terakhir setelah kita melalui proses-proses yang telah saya paparkan di atas, karena setelah berdoa serta berusaha menjalani hidup dan menghadapi masalah, tinggallah kita serahkan semuanya kepada Tuhan. Kita memulai suatu langkah dan meakhirinya dengan berserah kepada Tuhan, karena berdasarkan apa yang telah saya sampaikan di atas, Tuhanlah Yang Mengendalikan segala pergerakan alam semesta dan kejadian yang ada di dalamnya. Kita sudah berusaha, kemudian untuk selanjutnya biarlah Tuhan yang memutuskan kelanjutannya, apakah Ia akan menyelesaikan masalah kita ataukah malah memperpanjang dan bahkan memperberat masalah itu. Nah disinilah terdapat rahmat Tuhan, terkadang manusia berburuk sangka kepada nasib bahkan kepada Tuhan. Justru disinilah Tuhan ingin menguji ketabahan individu manusia, apakah Ia terus berusaha dan memohon padaNya ataukah hanya sejauh ini kesungguhannya meminta dan mengharap padaNya. Nah kesungguhan anda dalam meminta kepdaNyalah yang ingin dilihat oleh Tuhan, maka teruslah berusaha menghadapi dan menyelesaikan masalah anda dengan baik serta memohon kepadaNya, senantiasa Tuhan memberikan nilai plus setidaknya untuk apa yang telah anda upayakan. Tinggal bagaimana kita mengevaluasi diri kita apakah upaya yang telah dilakukan sudah optimal atau belum.
Demikianlah sedikit masukan dari saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya. Masukan dan kritikanpun siap saya terima, karena bagaimanapun ini merupakan proses dimana saya dapat mengevaluasi diri.

Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2010/12/15/menangani-masalah-dalam-hidup-325426.html

 
Description: Rating: 4.5 Reviewer: - ItemReviewed: