/script> Cerpen | Islamic's Teens

Labels

This is default featured slide 1 title

Money is nothing at now. Iman (ALLAH) is everything for us. Just say thank you Allah and pray for him! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 2 title

Identify yourself and explore your talent. Everyone has a lot of latent talent! God is always with you! (Yusron Eka Sunarsono)

This is default featured slide 3 title

Social regardless of religion, ethnicity, race, and achievement .. What matters is how we live it .. (Yusron Eka Sunarsono)s.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Sunday, January 27, 2013

JANJI TERAKHIR


SUMBER: http://cerpen.gen22.net/2012/05/cerpen-cinta-sedih-janji-terakhir.html


oleh Efih Sudini Afrilya

Cerpen Cinta Sedih
Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.

“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”

Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.

“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sa

Sunday, January 13, 2013

Menganyam Kesabaran

"Kriiinnnggg!" Jam wekker di samping kepalaku berbunyi nyaring. Reflek kugerakkan tanganku memencet tombolnya. Hmmm, jam 4.45. Kulihat Aa sudah tidak ada di sampingku, aku bergerak menyalakan heater dan bergerak menuju ruang sebelah. Di sana kulihat Aa tertidur dengan pulasnya. Dengan jaket tebal dan sarungnya. Posisinya melingkar membuat tubuh Aa yang jangkung tampak mengecil. Aku tersenyum. Rupanya Aa shalat malam tanpa membangunkan aku.Terlihat terjemahan Al quran yg masih terbuka di samping kepala Aa. Kututup perlahan terjemahan itu. Kuberjongkok di samping tubuh Aa, tersenyum memandangi wajah Aa yang

Sunday, December 23, 2012

Kasih Sepanjang Jalan


Di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo, aku merapatkan mantel wol tebalku erat-erat. Pukul 5 pagi. Musim dingin yang hebat. Udara terasa beku mengigit. Januari ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya. Di luar salju masih turun dengan lebat sejak kemarin. Tokyo tahun ini terselimuti salju tebal, memutihkan segenap pemandangan.
Stasiun yang selalu ramai ini agak sepi karena hari masih pagi. Ada seorang kakek tua di ujung kursi, melenggut menahan kantuk. Aku melangkah perlahan ke arah mesin minuman. Sesaat setelah sekeping uang logam aku masukkan, sekaleng capucino hangat berpindah ke tanganku. Kopi itu sejenak meng

Wednesday, December 19, 2012

Ada Yang Salah Dengan Jilbabku



Angin berhembus pelan menggerakkan daun-daun di pucuk-pucuk pohon. Suasana nan sejuk. Nampak sebuah bangunan megah berlantai dua, SMA Kusuma Bakti.
Siang nan lengang, anak-anak sekolah terlihat keluar kelas untuk istirahat siang. Akupun melangkahkan kakiku menuju kantin sekolah. Tapi aku terkejut melihat seorang anak gadis di tengah lapangan basket.
“Please…! look at me…! hi boys… please…! look at me… i’m beautiful…” teriak  gadis itu mengusik suasana damai di

Who Knows?


 “Breet…” Dani mengeluarkan uang kertas berlapis-lapis dari dompet kesayangannya. Semua mata memandang kearah Dani. Bukan cuma karna Dani orangnya cakep dan otaknya juga encer. Tapi Dani juga tajir. Usaha ayahnya berkembang dengan pesat, menjadikan dia sebagai pangeran sekolah yang diidolakan banyak cewek. Tanpa menghiraukan pandangan setiap orang yang ada, lalu Dani menyelipkan uang itu terang-terangan ke arah Rian.
      “Elo yakin Dan, mau ikut taruhan 3 juta?” tanya Rian, si Bandar taruhan.
      “Iya… Gue yakin, bentar lagi jagoan gue, Barcelona bakalan menang.” ujar Dani meyakinkan pada teman-temannya  yang

Cinta Pertama Ayra



     Senja di kota Pekanbaru. Gemuruh langit begitu keras. Air-air rahmat itu turun membanjiri selokan-selokan di depan rumahku. Aku hanya terpaku melihat rintik-rintik hujan diluar rumahku. Aku merasa hujan tahu bagaimana perasaan ku sekarang ini. Perasaan yang begitu sakit ketika ditinggalkan orang yang paling aku cintai. Orang yang selalu bisa membuat aku tersenyum ketika mengingatnya. Orang yang selalu membuat aku cemburu akan prestasi-prestasi yang dicapainya sehingga aku termotivasi mengalahkannya. Ah…aku benci perasaan seperti ini, ingin rasanya aku mengubur dalam-dalam perasaan ini tapi aku

Akhir Sebuah Penantian

Karya : Wardhina Ayu Wakhidatun

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu. 
Sulit ku terima semua keputusan itu. 
Yang kini hilang tersapu angin senja. 
Masih sulit pula untuk ku lupakan. 
Suram dan seram jika ku ingat kembali. 
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu, 
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke

Sunday, December 16, 2012

Aku Cinta Sahabatku


Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego. 

Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan.  

"Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang.........

 
Description: Rating: 4.5 Reviewer: - ItemReviewed: